|
Saat ini ada 13 tamu online |
|
News |
|
|
|
|
|
Safety Riding Membidik Pelajar SMA |
|
Sunday, 18 March 2007 |
|
Sebuah data menyebutkan, sekitar 70 hingga 85 persen kecelakaan lalu lintas selalu melibatkan pengendara roda dua. Untuk meminimalkan kejadian tersebut, maka berkendara secara aman (Safety Riding) menjadi amat penting. Kini, kampanye Safety Riding sudah mulai ditabuh. Gerakan kampanye tersebut menjangkau hingga ke kalangan siswa SMA.
PT Astra Honda Motor (AHM), melalui divisi Safety Riding-nya, telah memberikan pengetahuan tentang berkendara sepeda motor yang baik ini kepada konsumen melalui dealer resminya. Salah satunya, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), dealer utama sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang. Wahana yang kini banyak mengakomodasi kepentingan konsumen sepeda motor Honda melalui klub-klubnya (HTML, KaFC, Hornet dan lainnya) menyelenggarakan berbagai kegiatan dan pelatihan serta kampanye tentang keselamatan dan keamanan berkendara sepeda motor.
Nanik Ernawati, Costumer Care & External Affairs Dept PT WMS, mengungkapkan pihaknya secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan kampanye Safety Riding di sekolah-sekolah setingkat SMA di wilayah Jakarta-Tangerang. ''Pelatihan Safety Riding kepada siswa SMA ini memang masih baru, dan baru beberapa bulan ini diselenggarakan. Tapi kami akan terus menyosialisasikannya kepada mereka,'' kata Nanik.
Instruktur Safety Riding WMS, Dwi Suprayitno menambahkan, pengendara sepeda motor harus benar-benar memiliki pengetahuan tentang Safety Riding. Hal itu bertujuan memberikan kenyamanan diri sendiri dan juga pengendara lainnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dari pengendara, kondisi instrumen pengaman (rem) depan-belakang, penggunaan spion, lampu sen dan body language (bahasa tubuh) pengendara saat mengendarai sepeda motor. ''Keempat hal ini kelihatannya sepele, tapi efeknya sangat besar,'' kata Dwi. Ia mengatakan, khusus untuk pelatihan Safety Riding ini dibutuhkan waktu sekitar 1-2 bulan.
Kampanye Safety Riding, kata Manajer Service Departemen Marketing Division PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Freddyanto Basuki, telah disampaikan dalam forum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI). ''Para anggota AISI sepakat agar penggunaan Safety Riding segera disosialisasikan kepada konsumen sepeda motor di Indonesia,'' ungkapnya.
Freddy mengakui, ATPM yang gencar menyosialisasikan keamanan berkendara ini baru Honda. Dan Kawasaki, kata Freddy, saat ini telah mengenalkannya kepada para mekanik dan tehnisi Kawasaki. Ia berharap, Safety Riding menjadi perhatian seluruh komponen masyarakat, baik ATPM, kepolisian, pelajar, maupun pengguna sepeda motor.
Manajer Humas PT Indomobil Niaga International (IMNI), Priyo Kurnianto, mengatakan Suzuki baru mengenalkan program Safety Riding kepada para dilernya. Namun, atas inisiatif masing-masing klub motor Suzuki, masalah Safety Riding telah disosialisasikan kepada para penggunanya.
Sumber : Republika, Kamis 8 Desember 2005 |
|