|
Saat ini ada 13 tamu online |
|
News |
|
|
|
|
|
Sunday, 18 March 2007 |
|
Laporan Kopdar Jumat, 25 Nov 2005
Tamu Tengah Malam
Hawa dingin menusuk tulang, sudah terasa sejak sore hari. Hari ini jakarta terus diguyur hujan lebat sejak siang, bahkan sampai menjelang magrib.. hujan masih terus mengguyur ibukota meski hanya tersisa gerimis kecil. Namun tidak menyurutkan langkah utk tetap berangkat kopdar ke Bulungan.
Suasana dingin menjadi hangat setelah sampai di Bulungan, wajah2 lelah sepulang kerja bersemu gembira setelah bertemu rekan2 sesama Horneterz.. apalagi malam itu para Horneterz akan kadatangan tamu dari Balikpapan. Ya, djeng Ninink...salah seorang warga horneterz yg meski belum resmi menjadi anggota hornet, tapi telah ikut kegiatan Sahur on the Road bersama PT.Wahana Makmur Sejati pada ramadhan lalu, sore tadi berangkat menuju Jakarta naik Pesawat untuk mengikuti Training di Jakarta. Oleh2 dari Ninink sudah tergeletak pasrah menunggu utk dijamah, bajunya sudah terkoyak...tersobek tanpa ampun diserobot tangan2 warga Horneterz.
Pukul 10 malam djeng Ninink akhirnya muncul diboyong oleh sang arjuna .. raden ngabehi ade indra ngurniawan. kami semua berteriak gembira karena rekanita kita telah sampai dengan selamat. wajah penuh ceria... sama sekali tidak nampak rona lelah diwajahnya.... entahlah kalau di dadanya...
Suasana ceria terus berlangsung sampai satu-persatu warga horneterz berpamitan pulang karena kuatir kemaleman. begitu juga dengan Humas Sontul yang mendadak teringat kalau besok mesti masuk kantor pagi2 karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Waktu menunjukkan pukul 11 lewat. setelah mengenakan jaket dan helm n leather glove.. cak sontul berpamitan dan bersiap pulang untuk curi start ..tidurrr yg nyenyak...
Ee..e.ee.e.e.... jangan pulang dulu..!! mendadak saja paketum AH menghadang langkah ST untuk nyemplak keatas motor. ada apa...??? barusan ada telpon dari salah sebuah Biro advertising, mereka minta bantuan kita untuk mendukung acara mereka. pembukaan elektronik city di Lippo Karawaci – Tangerang. Siaaap.... jawab Cak Sontul. tapi mintanya untuk besok pagi jam 9, sebentar lagi mereka mau kesini untuk ketemu kita...
Haaaaa....?????? (bau jigong dan oli bertebaran membunuh nyamuk yg lewat) yang bener ajaa....??? kok mendadak begitu? mana bisa...??? kapan ngasih tahunya ke anak2, kapan koordinasinya, dll...dll..... baru juga gue mau tanya acaranya kapan, lha kok taunya besok pagi..
sssttt.... jangan2 ini nih, ada mobil kijang parkir disebelah motor warga horneterz. bergegas paketum AH, Cak ST dan kahar Sammy menyambut kehadiran tamu hornet.
“Tamu ditengah Malam.... “ ngga salah kan judulnya....???? :-)
(Benar dugaan kami, tamu yang baru saja merapat ke BC Hornet di Bulungan ternyata memang yang baru saja telpon ke paketum.)
Slamat malam, saya Ucok yang tadi telpon.... kami bertiga memperkenalkan diri, lalu terlibat pembicaraan seputar rencana yang sangat mendadak tersebut.
Banyak hal berputar dikepala..gerangan apa yang membuat Hornet kehadiran Tamu di Tengah Malam begini. membawa berita kejutan pula... berita gembira sekaligus membuat panik dan nyaris angkat tangan untuk bisa mendukung kegiatan mereka. disatu sisi secara kehumasan, kami merasa mendapat tantangan sekaligus kepercayaan untuk jadi pendukung acara mereka. Apalagi mereka menjanjikan adanya pengganti uang bensin dan uang lelah. Namun waktu yang sudah menjelang pukul 12 malam membuat kami pesimis untuk dapat menghadirkan 20 Tiger dan Megapro, yang sedianya akan digunakan untuk memboncengkan SPG nan Sexy dan Cantik, Rolling Thunder disekitar Lippo Karawaci... berikut 4 Harley Davidson dan beberapa petugas Kawal kepolisian.
Singkat kata... ditengah kebimbangan dan keraguan yang sangat. Cak Sontul mencoba brifing singkat dengan semua member yang tersisa untuk menyampaikan pesan sponsor. Saat itu pula sudah didapat 6 nama, hanya 6 dari 20 motor yang diminta... beberapa rekan pemilik Tiger dan Megapro menyatakan tidak sanggup ikut karena sangat mendadak acaranya, sementara mereka sudah punya jadwal sendiri. Inisiatif datang dari kahar sammy untuk mengajak rekan GPMR agar kuota segera terpenuhi... sayangnya Arief sang Hornet-GPMR tidak bisa ikut, dan rekan2 yang coba ditelpon pun tidak ada yang segera menjawab. akhirnya diputuskan GPMR absen dari keikutsertaan.
saran dari Cak Heru, untuk mengajak Meidy Hornet-TJT (tiger jakarta timur) menjadi pilihan kedua... kontak via HP dijawab dengan sebuah janji yang melegakan... mereka akan rapatkan dulu sebentar, lalu akan berikan jawaban ke Hornet secepatnya.... namun tunggu punya tunggu... rekan Meidy tidak kunjung memberikan jawaban. akhirnya tugas untuk memobilisasi massa, diserahkan kepada rekan Ferry Eko sebagai Korlap -koordinator lapangan-
bergegas rekan Ferry kontak ke HTML Selatan, Dito,dll sementara pak Ucok tampak ketar ketir menunggu kabar, apakah bisa dapat 20 motor malam itu juga. Dengan sedikit gundah gulana, cak sontul mendekati pak ucok utnuk memberikan sedikit info yang kurang menggembirakan.
Wah, mohon maaf pak ucok kami sedikit kesulitan menghubungi rekan2 karena sangat-sangat mendadak. kami perlu waktu lebih banyak untuk melakukan kontak telpon. kalo perlu telpon, dari kantor kami saja pak, silahkan telpon sampai pagi asal kita bisa dapat kepastiannya malam ini juga.. katakan untuk setiap motor kami berikan 150.000,- demikian kata pak ucok.
waktu terus beranjak, dan rekan2 hornetz tidak sabar untuk segera pulang. Faktor keamanan dijalan jadi beban yang lebih penting untuk diwaspadai. Tinggal Sammy, Ferry, Sontul.... plus Ruslan tanjung yang baru saja merapat. Ferry terus melakukan kontak untuk mengejar target yang diharapkan, dibantu rekan Dito yang terus bergerilya dari rumah. ditengah kebimbangan tersebut, kami memutuskan untuk kembali pulang. Pak Ucok sudah lebih dulu kembali kekantor, setelah dijanjikan untuk dapat terus berhubungan dengan Cak Sontul via HP sampai jam berapapun. pukul 1 dinihari, masih merayapi jalanan basah di petukangan. tiba2 HP berdering. pak Ucok lagi.... sudah dapat berapa personil pak sontul...? masih tetap 8 pak, kita masih terus mencoba kontak ke temen2 lain, mudah2an dalam 1 jam kedepan ada jawaban yang melegakan. coba bapak telpon saya lagi nanti. baik pak sontul... 1 jam lagi saya telpon ke Bapak.
sampai dirumah pukul 01.20 WIB. tanpa cuci kaki cuci tangan, bahkan belum sempat makan malam segala kecuali nitili oleh2 dari djeng Ninink.... langsung saja nglekar di kasur lipat diruang depan. tidurrrrrrrrr....
selanjutnya... setiap saat HP berdering terus. mulai dari cak Ferry yang melaporkan perkembangan terakhir, cak dito yang masih terus kontak ke temen2 deketnya. juga pak ucok yang terus telpon setiap 1 jam.... benar2 malam yang cukup melelahkan...
pukul 6 pagi... Hp berdering lagi. pak ucok menanyakan kabar terakhir. cuma dapat 18 motor pak, yang 2 orang mendadak mengundurkan diri karena jam 1 siang ada jadwal kuliah, satu lagi ngga jelas... ya sudah saya akan coba kontak ke tiger tangerang... kata pak ucok. silahkan pak.... semoga sukses.
Tuiiiiinnggg...... Tuuiiiinnnggg..... Hp berdering lagi. rekan Ferry memberi kabar kalau mereka akan segera berangkat, tapi menunggu kabar dari Haryono yang belum juga sampai di Bulungan, sementara waktu sudah pukul 6.30 pagi. Acara jam 9 pagi di Lippo Karawaci.... sementara rekan2 banyak yang belum tahu medan dan jalan kesana... akhirnya diputuskan untuk segera berangkat tanpa Haryono.
Legaaa..... meski Hornet hanya bisa menghadirkan sedikit member. tapi bantuan dan dukungan dari rekan2 hornet sudah sangat2 hebat untuk sebuah cerita berjudul “Tamu tengah Malam”
laporan pandangan mata dari lokasi kejadian di Lippo Karawaci, akan disarikan oleh rekan Ferry Eko Syahsono.
CakSontuL H-006 HUMAS
Trima kasih tak terhingga kepada: Ferry Eko S atas perjuangannya membuang pulsa HP demi nama baik Hornet. Dito Imout atas kesediannya bergerilya mencari balabantuan secepatnya. Pak Ucok – PT.Radis Merah Advertising- atas kepercayaannya kepada HORNET. Bram GPMR, thanks bro. mudah2an rambutlo makin lebat dan gimbal... Rekan2 dari Detic... maaf gue belum tahu namanya. Rekan2 HTML Selatan.... Kiki... Hornet Family yang siap tuker shift demi kegiatan Hornet. dan rekan2 Hornet yg lain.
yang terakhir... Thanks semuanya, atas kesediannya dipotong pajak utk kas Hornet. heheheh..... |
|