|
News |
|
|
|
|
|
Hornet Uji Tekad to Pamengpeuk |
|
Friday, 31 July 2009 |
|
Setelah sekian lama Hornet tidak mengadakan turing wajib. Akhirnya jadi juga tour de pamengpeuk digelar. Tepatnya tanggal 17-19 Juli 2009. Sejak Jauh2 hari turing wajib ini telah di sounding ke seluruh member, agar pada tanggal tersebut, banyak yg bisa ikut dan bersedia menggeser jadwal kegiatan keluarga demi keluarga yg satu lagi… yaitu keluarga besar Hornet.. Alhamdulillah batasan minimal jumlah peserta sdh terlampaui.. sehingga tidak sampai terjadi pembatalan agenda turing. Mewakili 250-an member hornet Jakarta. 33 member bersiap diri sejak 1-2 minggu sebelumnya. Mulai dari persiapan motor, persiapan fisik, sampai persiapan hal2 tak terduga lainnya.. Karena Tour de Pamengpeuk ini adalah salah satu tour terjauh Hornet pada 2009.
Jumat malam tanggal 17 Juli 2009, tepat pada pukul 21.00 WIB, rombongan pertama diberangkatkan. Terdiri dari motor2 honda kelas underbone, 1 matic vario, dikawal beberapa type sport sbg RC dan sweeper. Sementara itu rombongan kedua lebih didominasi oleh motor2 sport dgn power berlebih serta skill yg lebih baik dari rombongan pertama. Meski rombongan kedua diberangkatkan 1 jam kemudian. Ternyata rombongan pertama telah bisa disusul sebelum sampai puncak pas. Salah satu penyebabnya karena hujan berkenan menyapa rombongan pertama di Tanjung Barat. Mau tidak mau semua peserta wajib menepi untuk melengkapi diri dgn raincoat dan covershoes. Perjalanan masih sangat jauh.. baju dan sepatu basah bisa membuat fisik lekas tumbang dan bisa merusak semua rencana yg telah disusun. Tour de Pamengpeuk ini akan transit and stay di Garut, dirumah keluarga Bayu sebagai tempat beristirahat dan bermalam, sebelum melanjutkan perjalanan ke pamengpeuk.. Setelah seharian beristirahat di Garut menikmati hawa segar pegunungan dan pemandangan areal persawahan. Minggu pagi pukul 9.00 WIB, sebagian besar member bersiap melanjutkan perjalanan menuju Pamengpeuk. Sisanya beristirahat karena harus bertugas lagi sebagai team Sweeper pada perjalanan pulang ke Jakarta minggu malamnya.. Perjalanan meliuk sepanjang jalan menuju pamengpuk , dihiasi pemandangan alam yg indah.. tidak banyak kendaraan yg searah dan berpapasan dgn rombongan Hornet. Membuat perjalanan menjadi lebih asyik dan aman. Sampai di Pantai Pamengpeuk waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB. Setelah beristirahat sejenak menikmati panasnya udara pantai, tepat pukul 15.00 WIB rombongan bergegas kembali ke Garut untuk beristirahat sejanak sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tentunya tidak lupa untuk sekedar ber-foto didepan Stasiun peluncuran Roket – Cilautereun Pamengpeuk. Ada pemandangan miris waktu Hornet beranjak dari pantai menuju Stasiun peluncuran Roket LAPAN.. salah satu Motor Harley Davidson warna Biru yang sebelumnya menyalip kami di perjalanan menuju pamengpeuk, tergeletak hancur menabrak pohon. Masih terkesima melihat kondisi motor dan ridernya.. kami sempat mengambil beberapa foto serta bertanya seperlunya mengenai kecelakaan tsb. Nampaknya HD tsb menghindari kendaraan dari arah berlawanan dengan menghindar ke pinggir jalan dimana terserah pasir pantai yang lembut dan rerumputan, sehingga HD malah tidak dapat dikuasai, dan akhirnya menabrak pohon yang berjarak 6m dari jalan raya. Sambil menunggu balabantuan datang, kami bantu mendirikan motor tsb, setelah petugas polisi datang, kamipun bergegas kembali ke Garut. Malam harinya, pukul 21.00 rombongan pertama dengan kembali ke Jakarta. Disusul oleh rombongan kedua 1 jam kemudian. Perjalanan pulang sempat terhambat sebentar tidak jauh dari kota garut, selain hujan mulai turun, rekan Dino mendadak minta berhenti karena merasa lehernya seperti tercekik. Mengira leher jaket dan kaosnya terlalu ketat, Dino mencoba mengendurkan zipper jaket dan merogoh leher kaos dalam. Ternyata masih tetap terasa tidak enak. Akhirnya kami putuskan utk berhenti untuk sekedar coffee break barang 30menit. Setelah badan terasa lebih segar. Rombongan melanjutkan perjalanan. Masalah kedua datang saat rombongan masuk kawasan Rajamandala. Shockbreaker rekan Irfan Wahyu terlepas per-nya. Sambil mencari lokasi yang lebih terang. Motor tetap dijalankan dgn kondisi shock sebelah kiri tanpa per. Setelah dapat lokasi yang cukup terang dan luas, kami menepi dulu untuk memperbaiki shock kiri rekan Irfan. 20 menit kemudian kami bergegas kembali ke Jakarta.. dgn cek point berikutnya adalah Puncak Pas. Sampai di puncak pas kami istirahat kembali untuk sekedar mengis perut. 30 menit kami cukupkan waktu. Lalu bergegas kembali memacu kendaraan menuju Jakarta dengan cek point terakhir sebelum berpisah di Warung Jambu.. Tepat jam 6.00 pagi sebagian team kancil (Cak Teguh, Cak Sontul, dan Arip) sampai dirumah dengan selamat. Sementara team lain dirombongan kedua masih dalam perjalanan kerumah masing-masing. Akhirnya tercapai juga hajatan Tour de Pamengpeuk yang sejak lama ditunda. Odometer mencatat 660km PP dari ciledug-garut-pamengpeuk-garut-ciledug. Kasur empuk dan hangat menanti untuk segera disinggahi. Cuci kaki cuci muka lalu segera tidur, menebus lelah dan kurang tidur semalaman.
CakSontuL Hornet-006-DPK Keep Brotherhood..ALIVE !! Terima Kasih kepada : - Tuhan YME atas perlindungannya sepanjang perjalanan
- Tuan Rumah Bayu Prawira beserta keluarga yg telah berkenan menerima rombongan menginap dirumahnya di garut.
- Seluruh petugas turing yg telah melaksanakan tugasnya dengan baik
- Marwan Setiawan dan Istri untuk Sate Kambing dan Extra Foodingnya yg berlimpah, semoga Tuhan memberikan rizki yg berlipat sebagai gantinya.Amien..
- Keluarga dirumah yg telah merestui dan mensupport perjalanan ini dengan tulus.
- Hornet Bandung – Novi Puspita dan Rais beserta putra, yg telah berkenan hadir bergabung dalam event ini.
|
|