|
News |
|
|
|
|
|
Hornet Chapter Surabaya Touring Bromo |
|
Wednesday, 29 July 2009 |
|
Agenda touring ke Gunung Bromo sudah diagendakan beberapa bulan sebelumnya dengan mengambil waktu setelah Pilpres dan kesepakatan tanggal 25-26 Juli 2009.
Jum'at, 24 Juli 2009,Pukul 20:00 WIB Technical Meeting peserta. lokasi Basra Surabaya Pemantapan jalur keberangkatan dan kepulangan. Meet point ada di depan Bank BRI Sidoarjo dekat alun-alun kota pada pukul 22.00 WIB. Jalur yang Keberangkatan ditempuh Surabaya - Sidoarjo - Porong - Bangil - Pasuruan - Probolinggo - Sukapura - Ngadisari - Bromo. Jalur kepulangan Bromo - Penanjakan - Nangka Jajar - Purwodadi - Sukorejo - Pandaan - Gempol - Porong - Sidoarjo - Surabaya
Sabtu, 25 Juli 2009, Pukul 22.00 WIB, Meet Point Member Hornet Surabaya berkumpul di kota sidoarjo. Semuanya sudah siap untuk berangkat touring ke gunung Bromo. Pesertanya: Komandan Didik(HSX touring),Cak Oghlam beserta Sis Anna(Srigala touring),Erick & Yayak-bangkalan(GL macan),Jerry(Macan hitam kaki putih),wawan (Macan semi supermoto).
Setelah briefing sebentar dan berdoa,rombongan berangkat,memecah gelapnya malam.Posisi voridjer diawali oleh cak wawan. Perjalanan relatif lancar (diatas jam 22.00) melewati porong,gempol dan bangil. Menuju pasuruan mulai terlihat kepadatan. Bis dan truk berjajar rapat dari 2 arah. Rombongan hornet harus berhati-hati untuk rangkaian menyalip kendaraan di depan.Kemacetan yg sama juga terlihat selepas pasuruan menuju probolinggo. Kondisi jalan bergelombang dan beberapa ruas jalan ada perbaikan, sedikit banyak membuat peredam kejut, bener2 terkejut ! Tiba di Probolinggo berkisar 2 jam setelahnya.
Memasuki kota probolinggo, berbelok menuju rute ke bromo,posisi vorijdeer diambil oleh cak oghlam, karena lebih menguasai medan. Jalanan mulai menanjak dan berliku, kondisi lalu lintas sepi. Posisi makin tinggi,udara dingin pegunungan mulai menusuk. Di kiri-kanan jalan terlihat perkampungan penduduk dan areal terbuka, penuh pepohonan, jalanan makin sepi dan gelap.
Minggu, 26 Juli 2009, 01.00 WIB, Rest Point Perjalanan Relatif lancar dengan kecepatan 60 kpj (versi voridjer) dan Memasuki wilayah Sukapura ada SPBU 24 jam. Rest Point diambil disini, mengisi BBM, ke toilet atau sekedar membakar rokok dan melepas penatnya pantat. Waktu menunjukkan sekitar pukul 01.00 dini hari. Masih terlalu malam untuk naik ke desa Ngadisari - bromo. Sekitar pukul 02.00 dinihari Setelah dirasa cukup istirahatnya,rombongan hornet bergerak menuju desa Ngadisari-bromo, Jalanan makin menanjak sekitar 30 derajat kemiringan, makin berliku dengan kiri-kanan pepohonan, tanaman sayuran dan jurang yang mengerikan tapi mengasikkan... Di beberapa ruas jalanan rusak berlubang, kerikil berserakan dan pasir menutupi aspal,harus hati-hati. Makin mendekati kawasan tengger udara dingin makin menusuk,terasa menembus jaket dan celana. Sesekali saja kami berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan. Kurang lebih 30 menit, sampai di pos penjagaan untuk tiket masuk. Dengan Rp. 9.000,- /motor + bocenger tiket sudah ditangan. Diputuskan untuk menunggu dengan tenang diatas sebelum turun memasuki lautan pasir, warung yang masih buka di areal parkir tersebut hanya 1 biji saja, meskipun terdapat beberapa warung yang ada. Kopi dan aneka makanan untuk mengganjal perut sebagai bekal untuk turun ke lautan pasir. Suhu Udara mencapai 18 derajat celcius dengan ketinggian sekitar 2000 m, dari wilayah ini, tapi dinginnya kok aneh !, beda banged dengan suhu ruangan AC, ini bener2 ngilu klo tidak pakai safety wear.
Kawasan parkir lumayan ramai seperti base transito, terlihat beberapa mobil dan sepeda motor juga mengunjungi kawasan wisata ini. Penjaja lokal Ada yang menyewakan jaket, marchendise kas bromo, balacava, kaos, syal/sweeter masih geliat di pagi buta, bahkan ada yang menawarkan sewa vila penginapan. Kami juga bertemu dengan rekan Club biker dari Jakarta (SCORPIO) yang sudah sehari sebelumnya sudah stay di Bromo, sebelumnya mereka laju dari Lombok, sudah seminggu mereka lepas dari Jakarta.
Sekitar pukul 04.00 spd mtr kembali meraung, kami mulai bergerak turun ke lautan pasir,menuruni jalanan berpasir,bersamaan dengan jip-jip (4wd) lokal yg disewa pelancong hilir mudik dari dan ke arah lautan pasir. Masuk ke area berpasir, gejala kesulitan fisik mulai dirasa, ban-ban spd mtr beberapa kali terbenam dan selip di pasir,terutama yang body-nya besar dan berat.Knalpot meraung,roda berputar keras,supaya bisa keluar dari jebakan pasir. Bila dipakai agak cepat, roda tidak terbenam pasir,tapi keseimbangan sulit dijaga alias pontang panting, terbanting ke kiri ke kanan, Ketahanan fisik biker dan motor harus prima disini,bagaimana kita berusaha tidak terjungkal ditengah lautan pasir... "Harga Diri dipertaruhkan" jika sampai Ndlosor, sakitnya ga seberapa, malunya ga ketulungan. kecepatan tidak lebih dari 30 KPJ !! Di musim kemarau seperti saat ini, pasir begitu gemburnya dan hawa dingin sangat kuat sekali menusuk tulang belulang..akan tetapi keringat dingin mengalir, nafas beradu kecepatan dengan bunyi idle mesin di RPM 1000.
Alat penerangan hanya lampu motor, terjadi salah arah,karena kondisi gelap gulita. Seharusnya menuju kawah bromo malah menuju ke arah pananjakan (memutari gunung bathok).Yang menjadi panduan harusnya Pura ditengah lautan pasir, itu tidak terlihat...ada cara yang jitu sepertinya yaitu mengikuti patok/tonggak semen warna putih yang ditanam sebelah kiri jalan sepanjang lautan pasir.
Sekitar pukul 04.30 rombongan tiba di kaki gunung bromo. Pagelaran akbar dari alam akan disaksikan, Untuk mengisi waktu menjelang sunrise Spd mtr diparkir,
kompor dinyalakan untuk bikin minuman hangat dan makanan ringan. sebagai aktifitas mulut dari pada menggigil kedinginan. Sunrise sekitar pukul 05.00 bisa dinikmati dari sini...dengan langit di ufuk timur yang semburat warna merah kemudian orange.. indah, subhanAllah, serasa kecil ditengah gunung Bromo dan Gunung Bathok, hamparan pasir yang begitu luas dan Gunung Bromo seolah-olah raksasa yang rebahan dan mengepulkan asap dari kawahnya, bukit penanjakan tampak diujung sana, berikut bukit lain yang saling berjajar.
Karena rasa lelah dan mengantuk semalaman tidak tidur, beberapa personil memejamkan matanya,sementara yang lain menyaksikan ramainya wisatawan yg terus berdatangan,ada warga lokal maupun orang asing,terutama bule-bule muda yang cakep-cakep… where are you going ... i'm walking... Sementara dari kejauhan terdengar knalpot menderu,rupanya biker setempat yg memacu spd mtrnya melintasi lautan pasir dgn kecepatan tinggi dan terus memacunya keatas sampai pinggir tangga kawah bromo! Wow! What a skill! kami cuman dibuat heran dan melongo..pasti Bannya tuch !! ternyata hanya Ban IRC biasa dengan batik seperti lekukan keris. Tidak lama muncul rombongan klub Yamaha Scorpio parkir di dekat kami. Sempat bertegur sapa,ternyata mereka touring gabungan dari klub di solo, ponorogo, surabaya, malang. Salut ama kekompakannya deh…keep rolling bro. Waktu menunjukkan sekitar pukul 08.00, rombongan hornet bergerak melintasi lautan pasir menuju pananjakan. Sebuah perjalanan panjang dengan memutari gunung bathok , melelahkan, tapi full of fun!! Masing-masing bermain dengan tunggangannya, menari-nari diatas pasir,terjebak dalam pasir, melintasi savannah, naik-turun diatas gundukan pasir… Unforgetable experience! Setelah melewati lautan pasir,rombongan hornet tiba di depan jalan pananjakan,sebuah jalan aspal sempit menanjak curam,berliku-liku tajam. Bagian kanan jurang,bagian kiri tebing. Aspal banyak yang berlubang. Ada beberapa mobil yang terlihat tidak kuat menanjak, karena kemiringan memang extrim,sekitar 50 derajat. Perlahan tapi pasti rombongan hornet merayap naik keatas, posisi persneling 1-2, knalpot meraung-raung. Tidak berapa lama kemudian kami tiba di pos penanjakan,sebuah pos kecil di pinggir tebing, menghadap langsung ke perbukitan bromo, bisa leluasa menyaksikan keindahan alam dari posisi yang tinggi. Angin bertiup sangat kencang,spd mtr yg diparkir sampai bergerak-gerak karena hembusan angin,daun pepohonan bergerak kencang…guratan2 tekstur gunung, seperti tertata begitu rapi...luar biasa !!
Puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan, masih menanjak, mengambil rute nongkojajar-purwodadi. Memasuki daerah nongkojajar, turunan yang tajam..biker dengan motor laki harus menahan mules disini klo bawa boncenger (ada sesuatu yg tergencet di Fuel Tank). Jalan mulai menurun tajam,berkelok-kelok bagai ular,pemandangan jurang yang hijau dengan model terasiring untuk bercocok tanam. Kawasan Nongkojajar mayoritas Hindu, jadi banyak sekali dijumpai pura disetiap belokan tajam dan sebelum jembatan dengan ciri kasnya kain membalut pura warna kuning. Sampai di jalan raya purwodadi,mengambil arah menuju pandaan. memasuki jalan propinsi begitu lapang,motor bisa dipacu dengan bagus disini.
Pukul 11.00, kami menyempatkan makan siang dulu di kafe kawasan Golf Taman Dayu-pandaan. Setelah makan siang rombongan hornet berlanjut ke arah sidoarjo-surabaya… dan perjalanan touring kali ini berakhir dengan zero accident.
Sampai jumpa dalam petualangan selanjutnya… Terima kasih kepada rekan2 semua atas touring dan dukungannya.
catatan : Motor cak wawan (tiger) mengalami trouble di sesi perpisahan menuju kediaman masing2. Hasil investigasi baut gir ke Tromol rontok, saat ini telah di opname di bengkel. Semoga lekas sembuh cak, kita geber lagi Touring Kuliner ke Madura Next Month...undangan dari kacong erick.
Ride safely, enjoy your life. *** Laporan ini Dituturkan Oleh cak Wawan. Disunting oleh cak Oghlam. |
|