|
News |
|
|
|
|
|
Saturday, 09 May 2009 |
|
Berawal dari inisiatif salah satu member Hornet (Bro Luckay Hard Joe) untuk menyikapi keinginan TDG setiap minggu, akhirnya, Sabtu 09 Mei 2009 kemarin, terlaksana juga One Day Fun Trip, sebuah perjalanan dengan tujuan senang-senang, kuliner dan memperbanyak koleksi foto. Di tentukan titik kumpul awal adalah di Warnet LC (Gerbang Depok) warung roti bakar dari saudara Kang Erwin, pemilik warung roti bakar Bulungan, di Jl. Ir. H. Juanda Depok pukul 06.00 WIB. Setelah sedikit sarapan teh dan kopi, pukul 06.45 setelah sedikit briefing dan berdo’a rombongan yang beranggotakan Bro Heru “Kopral“ Ketum + Sist Puspa (Calon Ibu Ketum), Bro Anthony “Botiq“ + Sist Danis, Bro Yogi, Bro Panji, Bro Lupay, Bro Arip, Bro Prio, Bro Wanto, Bro Ficky, Bro Prahor, Bro Luckay, Bro Putro “Canbul“ langsung berangkat menuju Bogor, via KSU (Kampung Tengah – Pemda Cibinong), lanjut Cianjur via Puncak dengan kecepatan sedang, rata-rata 80 km/h di bawah pimpina Bro Luckay sebagai Road Captain dan Bro Lupay serta Bro Arip sebagai penjaga barisan belakang.
Perjalanan menuju Cianjur dapat diatasi dengan santai walaupun sempat braket box Bro Kopral patah dan berhenti untuk sekadar mengelas serta sempat juga terhadang macet di pasar Cisarua. Bahkan di beberapa titik Bro Kopral dapat mengabadikan aksi kita dengan kamera. Benar-benar perjalanan menuju titik tertinggi sifat narsis kita2.
Rombongan memasuki kota cianjur tepat pada pukul 10.00 WIB dan berhubung perut sudah mengirimkan alarm kekosongan maka rombongan langsung di pandu Bro Kopral menuju rest point pertama untuk makan bubur khas Cianjur. Suasana tempat makan bubur yang tadinya sudah mulai beranjak sepi, kembali ramai semarak dengan kehadiran rombongan yang makan dengan diiringi dengan segala macam canda tawa khas HORNET, sembari melirik-lirik asinan khas Cianjur untuk buah tangan di rumah.
Setelah merasa kenyang, maka rombongan kembali berangkat. Yang rencana awal rombongan akan bergerak ke Sentul untuk menyantap makan siang di PSK (Pondok Sate Kiloan), ternyata berubah haluan yang akhirnya disepakati bersama, satu tujuan baru, yaitu ke Pelabuhan Ratu. Mengingat jarak yang cukup jauh, maka rombongan mencari pom bensin terdekat untuk melakukan re-fuel, dan setelah tangki bensin cukup penuh maka kembali bergerak untuk menuntaskan rute selanjutnya.
Rute perjalanan menuju Pelabuhan Ratu ternyata menghadapi jalan yang cukup menantang, tanjakan dan turunan yang lumayan curam dipadu dengan tikungan dan di kombinasikan dengan lubang-lubang yang menemani sepanjang perjalanan. Rombongan pun terbagi pada 3 kelompok kecil, Bro Kopral meluncur sendirian jauh di depan, Bro Panji, Bro Wanto dan Bro Prio meluncur di kelompok ke dua, sisa dari rombongan ada di kelompok ke tiga. Perpecahan ini terjadi karena jalur tadi. Namun pada akhirnya rombongan kembali bersatu tepat beberapa kilometer sebelum memasuki Pelabuhan Ratu.
Setelah istirahat beberapa saat, maka kita kembali bergerak memasuki pantai Pelabuhan Ratu untuk mencari tempat istirahat yang sesuai untuk melepas lelah, yang akhirnya berhenti tepat di pinggir bibir pantai. Dan ternyata keinginan untuk foto-foto mengalahkan segala rasa lelah yang terasa, tak tampak sedikitpun wajah lelah di anggota rombongan dikala lensa kamera mengarah ke mereka. Pantai nampaknya menjadi obat untuk kita yang bosan dengan rutinitas sehari-hari.
Kira-kira pukul 15.30, rombongan kembali bergerak untuk perjalanan pulang yang diputuskan untuk menari-nari melewati ”sirkuit” Cikidang dengan kecepatan rata-rata 60 km/h, dengan tujuan menghindari jalan awal dan mencari jalan dengan pemandangan yang indah karena daerah Cikidang dikenal memiliki pemandangan yang bagus dikombinasikan dengan jalur yang seru. Tak berapa lama setelah lepas dari pelabuhan ratu, Bro Luckay yang mengendarai GL Max “Hard Joe“ mengalami trouble di ban belakang yang bocor, dan rombongan pun berhenti untuk menunggu Bro Luckay sebelum akhirnya kembali meluncur di bawah siraman gerimis kecil dari langit.
Perjalanan menuju Cikidang pun diawali dengan tanjakan curam berbumbu tikungan tajam, sering terlihat Canbul (Macan Gembul – nama motor Bro Putro) meraung melahap setiap tanjakan layaknya truk gandeng yang sedang menanjak, Tirani (Tiger Anak Bini – nama motor Bro Ficky) yang hampir terperosok dan lain-lain, anggota rombongan yang lain pun mengeluarkan segenap tenaga mesin untuk melahap jalur ini. Namun naas, di salah satu tikungan tajam menurun, terjadi musibah menimpa Bro Pharor. Memasuki tikungan, motor Bro Prahor terlihat oleng dan akhirnya terpeleset dan terpental. Puji syukur, Bro Prahor tidak mengalami luka yang cukup serius. Setelah di beri pertolongan pertama, di periksa sekujur tubuhnya ternyata hanya mengalami luka lecet di tangan. Motornya hanya mengalami kerusakan kecil di footstep sebelah kanan dan boks yang baret, dan setelah Bro Prahor siap untuk berkendara kembali maka perjalanan pun di lanjutkan dengan lebih hati-hati mengingat masih banyak tikungan tajam di depan. Di tengah perjalan, hamparan kebun kelapa sawit menggoda keinginan untuk kembali berfoto ria, serta menyiapkan diri untuk hujan di depan dengan memakai jas hujan.
Rombongan ini lepas dari Cikidang kira-kira pukul 17.30 WIB di bawah guyuran hujan yang sangat lebat dan terus bergerak pulang menuju Ciawi yang ternyata kembali menemui hadangan berupa kemacetan lalu lintas yang cukup parah akibat hujan. Rombongan pun kembali terpecah menjadi dua, Bro Wanto memimpin rombongan awal beranggotakan Bro Panji, Bro Putro, Bro Prahor, dan Bro Luckay, dimana sisa rombongan tertinggal jauh di belakang. Setelah melewati titik kemacetan, rombongan terdepan ini pun akhirnya memutuskan untuk berhenti di SPBU dan menunggu rombongan yang tertinggal. Sekitar 30 menit perjalanan Bro Prahor meminta Bro Wanto yang selepas rombongan kembali bergabung untuk re-fuel, walhasil tanpa ada dugaan sebelumnya ternyata saat akan kembali berjalan, Bro Luckay kembali mengalami masalah dengan motornya. Motornya tidak bisa di start, tidak ada kompresinya, piston tersangkut, yang diketahui belakangan ada kerusakan di daerah tensioner dan rante keteng, akhirnya kami putuskan untuk bersantap makan malam di titik tempat kejadian kira-kira 6 kilometer sebelum memasuki kota Bogor.
Berbekal ilmu yang didapat dari Safety Riding Course, maka diputuskan motor Bro Luckay diderek sampai rumah dan karena tidak ada Bro Dito yang biasanya bertugas sebagai petugas khusus derek, maka di putuskan Bro Putro yang menderek dengan di kawal Bro Arip dan Bro Wanto di depan, sedangkan anggota rombongan yang lain menjaga dari belakang. Perjalanan rombongan memasuki kota Bogor kembali dihadang kemacetan yang cukup membuat Bro Wanto dan Bro Arip kewalahan menjaga proses penderekan yang ada di belakangnya. Setelah memasuki kota Bogor, rombongan sudah di tunggu Bro Yogi yang memang sudah melepaskan diri dari rombongan sejak dari Ciawi.
Setelah Bro Putro melakukan re-fuel, Bro Heru Kopral, Bro Anthony dan Bro Panji pamit berpisah untuk melanjutkan perjalanan masing-masing. Ternyata musibah untuk Bro Luckay belum berhenti, memasuki pertigaan Parung, ban belakang motornya kembali kurang angin dan rombongan yang tersisa pun kembali berhenti untuk menunggu Bro Luckay mengisi angin. Selepas Bro Luckay isi angin, Bro Wanto, Bro Lupay dan Bro Arip kembali pamit duluan berhubung rute ke Ciledug & Bintaro yang masih cukup jauh (via Parung). Akhirnya rombongan pun tersisa Bro Ficky yang akhirnya mengawal di depan Bro Putro yang menderek Bro Luckay, di jaga belakangnya oleh Bro Prahor dan Bro Prio terus melanjutkan perjalanan sampai depan pintu rumah Bro Luky dengan selamat. Akhirnya setelah tugas derek-menderek terselesaikan, maka Bro Ficky, Bro Prahor, Bro Putro dan Bro Prio pun meluncur menuju rumah masing-masing dan sampai tujuan dengan selamat.
Ternyata banyak hal yang sudah di coba untuk kembali jalan seharian untuk foto-foto dengan tetap mengindahkan aturan safety riding yang berlaku, tetap menghormati sesama pemakai jalan, sambil menghilangkan kepenatan akan rutinitas sehari-hari. Semoga ke depannya kalau diadakan acara seperti ini, lebih banyak lagi yang bisa ikut supaya lebih seru dan ramai.
Written by : Poetro “CanBul”,
Nb. Foto-foto akan di-upload di Group Hornet di Facebook & di milis Horneters.
Ficky Tirani Tikar (Tiger Anak Bini - Tiger Kaki Revo)
DEREG (Depok Regional Group) HORNET (Honda Riders On Internet) - 204
" ...and safety for all " |
|