|
News |
|
|
|
|
|
HORNET berkibar di Puncak Bromo |
|
Friday, 05 December 2008 |
|
Hari Minggu bangun pagi2?...jam 7?... kaga dah!!... Apa daya mata udah tanggung melek bro... Gw coba nyalain TV, eh... ada tayangan Wisata Bromo di salah satu stasiun TV. Emang udah lama siy gw pengen jalan ke Bromo, 2 Tahun di Pasuruan bro! masa ga pernah lihat Bromo?!... padahal perjalanan kesono cm 1,5 jam, sekitar 80km. Akhirnya gw putuskan buat Turing Dadakan menuju Bromo...
08.30am (waktu Pasuruan) Gw kontak bro Antok anak Porong. 09.30am Bro Antok sampe di Pasuruan, karena hrs menempuh 1jam perjalanan Porong-Pasuruan. Bro Antok minta gw hubungi temen satu lagi untuk join, bro Edi. DEAL! 09.45am GO!!!... Start dr Pasuruan, Banyu Biru, Winongan, Paserpan... Sekitar 3/4 perjalanan, kita bertiga harus rela diguyur hujan deras. Lokasi saat itu juga tidak mungkin untuk berteduh, dikiri jurang, dikanan tebing, basah deeeeh.... Jalanan menanjak, kelok2 pulak, muantaB bro!... 10.50am Tiba di bukit Pananjakan-Tosari, kita sempatkan singgah di Warkop. Pesan kopi, pop mie, sambil nunggu cuaca menjadi sahabat. Perjalanan sekitar 10km lagi, 5km menuju lautan pasir, 5km menuju kawah Bromo. Setengah jam kemudian perjalanan pun di lanjutkan... 12.05am Subhanallah... dari puncak Panajakan, kami bisa lihat lautan pasir (segara wedhi) yg menghampar luas. Ditengah lautan Pasir "menyembul" Gunung Batok nan elok... Mahameru yg menyeru dengan asapnya... Untuk mencapai kawah Bromo, gw harus menmpuh "segara wedhi" sejauh 5km. Ternyata hujan yg menghadang kami di perjalanan tadi, menjadi "dewa penolong". Ternyata Segara Wedhi lebih mudah kita arungi dlm kondisi basah bro. Tanpa kendala yg berarti, akhirnya kami bisa sampai di tangga yg nyaris vertikal, yg memang satu2nya tangga utk mencapai puncak. Cuaca di kawasan puncak Bromo sedikit berkabut, dg suhu kira2 10 derajat Celcius. Saat menapaki tangga, kami pun harus rela tiga kali berhenti untuk menghela napas dan meremas dengkul yg sedikit terasa ngilu. Sesampai di puncak Bromo, makin menyengat bau "harum" belerang kawah Candradhimuka, yg tiada henti "memasak" dengan kepulan asapnya... Belum puas menikmati indahnya Bromo, kami bertiga terpaksa harus turun meninggalkan kawah... konon, sudah banyak korban pingsan karena menghirup terlalu banyak asap belerang saat di puncak. Rintik2 hujan pun mulai menemani langkah kami saat menuruni tangga. 13.10pm Kami bertiga memutuskan untuk segera kembali ke Pasuruan. Tapi ditengah segara wedhi, hujan turun lagi dengan derasnya. Kami singgah di sebuah tenda sederhana dari terpal, yg kebetulan mampu memberi sajian kopi susu panas untuk sekedar menghangatkan badan. Hujan reda, bergegas kami memacu si roda dua yg juga menggigil. Selamat tinggal Bromo... ingin aku kembali lagi, menyentuhmu... Sebentar memang, tapi sangat berarti... Dingin memang, tapi kawahmu menghangatkanku... ~ Baldy H-062 ~ =keep in touch= 081 333 991 911 baldy70.multiply.com |
|