|
News |
|
|
|
|
|
Laporan perjalanan turing jatiluhur 6-8 juni 2008 |
|
Wednesday, 18 June 2008 |
|
Kesibukan areal kopdar Hornet di bilangan jalan Bulungan, Jakarta, Jumat (6/6) malam sedikit berbeda. Bahkan lokasi parkir mobil pun agak tersingkir dikarenakan pada malam itu sedikitnya 45 motor Hornet akan melaksanakan ’hajatan’ rutinnya, yakni turing, yang kebetulan lokasi yang dipilih kali ini adalah Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Adapun acaranya sedikit ’berbau’ inagurasi kepengurusan periode 2008-2010.
Bobot kendaraan yang kian bertambah tidak menyurutkan para Horneters. Satu persatu hadir membawa keceriaan menghiasi wajah seluruh peserta untuk ’melibas’ aspal nantinya. Setelah dilakukan scrut oleh petugas, para peserta dibagi menjadi 2 kloter dan masing-masing beranggotakan 20 orang termasuk petugas. Istimewanya lagi sebelum rombongan berangkat, sekitar 20 motor dari KHCC pimpinan bro Peter hadir dan segera disambut Ketua Umum Hornet, Heru ’Kopral’. Secara tidak langsung, kedatangan KHCC seakan memberikan doa dan restu bagi turing Hornet kali ini. Sedikit bimbingan oleh Divisi Unit Keselamatan Berkendara (UKB) mengenai tata tertib di jalan, akhirnya pukul 23.15 kloter I pimpinan bro Ficky segera diberangkatkan. Jalur yang diambil sedikit ’memanjakan’ para peserta. Mendapat pengawalan dari bro Marwan dan bro Rizal Gentong, rombongan menyusuri ruas jalan Sudirman – Casablanca - sampai ke wilayah Bekasi yang minim jalan berlubang dan kendaraan-kendaraan berkapasitas besar. Kru petugas yang terdiri dari bro Wanto, bro Agung, bro Setyo, bro Kiki dan bro Arip cukup sigap menjaga alur rombongan dengan speed 45-50 km/jam. Meski rombongan agak terkantuk-kantuk dan membosankan, tentunya embel-embel safety driving Hornet di junjung setinggi langit. Thanks a lot bro.... Sampai di kawasan sekitar Kerawang selepas bro Marwan dan Rizal memisahkan diri, rombongan di salip rentetan beberapa motor yang sepertinya mereka akan melakukan perjalanan jauh pula. Dan... tet tot tet klakson pun bersahutan sebagai tanda terima kasih sudah memberikan jalan (ati ati bro). Selang tak lama kemudian, rombongan istirahat di salah satu pom bensin karena beberapa rekan sudah tidak tahan ’melepas hajatnya’ dan sekalian mengisi kembali tangki bensin yang sudah menyusut – meski tidak terlalu banyak. Di lokasi ini pula, kloter II pimpinan bro Heru bergabung. Setelah berdiskusi maka diputuskanlah rombongan akan digabung, karena diestimasi lokasi akhir sudah tidak jauh lagi. Dan atas perintah Ketum, bro Toha, bro Seno, bro Agung dan Bro Danang plus sist Uwi segera menjadi tim pendahulu untuk mempersiapkan segala sesuatu di sana. Memasuki jalur Cikampek, rombongan mulai menyapa truk dan bis berkapasitas besar. Disinilah seluruh petugas berjibaku keras ’menyelamatkan rombongan yang kadangkala terpisah cukup jauh. Setelah kawasan ’keras’ terlewati, memasuki jalur Purwakarta ruas jalan kembali sepi dan rombongan pun bisa berjalan lancar dan aman. Meski sesekali rombongan melewati jalur yang salah, berkat tersedianya HT yang hampir dimiliki petugas, rombongan segera kembali menelusuri jalur yang sebenarnya. Tak berapa lama kemudian, papan reklame Waduk Jatiluhur terlihat. Disinilah keahlian dan ketangguhan peserta diuji, apalagi di dalam rombongan ada satu motor yang agak ’sepuh’ menurut Hornet. Yakni Honda 90z, tunggangan bro Tono. Berkat pengalamannya, seluruh ’ujian’ mampu terlewati, meski harus mendapatkan bantuan ’napas’ dari petugas. Akhirnya tepat pukul 04:00 dinihari, rombongan sampai di penginapan dengan selamat tanpa kurang suatu apa. Walaupun terlihat lelah dan ngantuk, tapi senyum tetap terlihat. Diiringi alunan khas seorang biker saat tertidur, rombongan terlelap dengan manis bersama mimpi-mimpi indahnya. Membangunkan para bikers khususnya para Horneters membutuhkan rumus jitu, meski pun pengeras suara dari TOA sudah membahana. Rumusnya segera hadirkan nasi uduk panas plus lauk pauk beraroma nikmat, diyakini mampu menggugah selera. Dan bener saja dengan mata masih merem dan tanpa menggosok gigi terlebih dahulu, beberapa horneterz langsung bangun dan mulai ’memangsa’-nya dengan buas. Dasar.... Karena memang tidak ada acara khusus pagi itu, seluruh rombongan sibuk dengan acaranya sendiri-sendiri. Ada yang kabur ke bendungan, ada yang sibuk cuci motor ( walaupun dirinya sendiri belum mandi ) ada yang mengobrol bak raja dikelilingi para mentrinya, hingga ada juga yang melanjutkan tidurnya kembali. Menjelang sore, ide acara membakar ikan di malam hari segera direalisasikan dengan cara mengeluarkan koceknya masing-masing. Malam menjelang perapian di buat, satu persatu ikan pun dibersihkan dan langsung dibakar. Aroma khas ikan bakar segera menggugah selera makan malam para horneterz. Setelah ikan matang dengan segera semuanya makan malam dengan diiringi tontonan ringan supermoto di televisi. Sebelum acara dimulai, sekonyong-konyong datang 7 pak pizza hut ukuran besar, 2 bal kacang garuda, snack dan entah berapa botol cocacola dan sedikit beer banting kalengan. Ternyata sumbangan logistik tersebut didatangkan oleh bro Marwan dan istri. Thanks banget ya bro kiriman makannya (jadi inget sate kambing di katumiri). Acara ramah tamah pun di gelar dan masing-masing mengungkapkan isi hati tentang turing kali ini. Ramah tamah pun di akhiri dengan pembagian door prize dengan hadiah utama satu buah helm, serta beberapa merchandise lainnya. Seperti topi, sarung tangan, asbak, dan penutup bodi motor. Khusus Ketum dan Waketum mendapatkan sebuah jam tangan dari bro Andri sebagai perwakilan PT Wahana Makmur Sejati. Setelah puas bercanda, ngobrol ngalor ngidul, main gaple, main PS, nonton bola, sekitar jam 3 pagi bro Marwan dan istri pamit pulang bersama bro Tono yang pulang lebih awal, karena ada sesuatu hal di rumah. Hati-hati bro dijalan, semoga selamat sampai tujuan. Thanks sudah datang menjenguk kita. Selain bro Marwan dan istri, turing Hornet kali ini disambangi oleh enam personil dari GMT (Grand Motor Team) yang dikomandani bro Tony (Inot). Kedatangan GMT selain menambah semarak malam itu, sedikit membawa misi yaitu mengantar bro rizal sebagai tim penyusul. Oh iya hampir lupa, ada kejadian yang cukup unik dalam rangka pengukuhan Ketum dan Waketum. Untungnya kejadian ini memang diskenariokan oleh beberapa Horneters atas saran dari bro Andri. Ceritanya begini, saat horneters terlelap dalam tidur siangnya, ternyata motor Ketum dan Waketum dikerjai habis-habisan. Mulai dari sidebag dituker dengan panggangan ikan plus diisi arang bakar, kick starter diiket diatas pohon, kabel dinamo starter dilepas, persneling di copot, sampai plat nomor di balik semuanya dan di umpetin. Sedangkan motor waketum persneling di gantung di pohon, plat nomer yang belakang ilang. Mungkin buat yang ngerjain seneng banget trus sebagian dari mereka pergi ke bendungan untuk menikmati sunset dan berfoto ria, sementara lainnya yang tidak tahu menahu, gak tega ninggalin. Apalagi Ketum dengan sengitnya ngedumel gak karuan. Dan ternyata ngedumelnya juga diskenario, cape de..... Bangun pagi nasi goreng sudah menunggu sebagai sarapan sambil menunggu waiting list kamar mandi. Sebelum rombongan segera bertolak kembali ke Jakarta kita dikunjungi skuterist Purwakarta yang ternyata salah satu anggotanya kenal dengan cak teguh. Dengan pakaian kebesaran mereka kita berjabat erat. Aura persaudaraan/brotherhood dimata Hornet memang tiada batas, walau kita beda aliran dan menurut mereka Hornet hanya komunitas motor Jepang tapi kita tetap saudara. Makasih bro udah sempet mampir... Setelah semua siap untuk berangkat menuju Jakarta, tak lupa diawali do'a kita melaju ke bagian bawah bendungan untuk berfoto bersama dan oleh-oleh buat saudara kita yang tak sempet ikut turing kali ini. Dengan formasi rapi dan full safety gear kita merangkak menuju lokasi indosat yang dari kejauhan seperti jamur tapi sebesar lapangan futsal. Sesudah berfoto kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Jakarta yang kali ini melewati jalur lain kearah Klari tanpa melewati jalur Cikampek. Sebagai petunjuk arah, di utuslah bro Arif dari GMT. Melewati jalur ini, berbagai masalah mulai timbul dan secara keseluruhan tidak terlalu signifikan bahwa terbilang menggelikan. Berawal dari tunggangan bro Andri dengan sekringnya hingga salah satu member, yakni bro Dino mengalami masalah yang cukup serius. Mo buang ’hajat’.... Setelah selesai rombongan dilanjutkan kembali dan istirahat untuk sholat dzuhur. Briefing untuk chek point terakhir segera ditentukan, SPBU Gatot Subroto, Tebet sebagai lokasinya. Perjalanan pun dilanjutkan. Sebelum memasuki jalur Cikarang, rombongan disalip rombongan dari komunitas bertuliskan BBC. Salam biker berupa bunyi klakson segera menyapa diantara biker. Sebelum berbelok ke Cikarang, rombongan GMT memisahkan diri untuk makan siang, sementara Horneterz terus melanjutkan perjalanan menuju check point terakhir. Memasuki kawasan Bekasi rombongan mulai terpecah dikarenakan situasi jalanan yang tidak memungkinkan dan kita memang bukan tipe rombongan yang harus selalu bersama. Alias tidak mementingkan diri sendiri dan rombongan. Jadi sesuai brief terakhir, rombongan langsung menuju SPBU Gatot Subroto dan sekitar pukul 15.00 semua Horneterz sudah kumpul dan langsung istirahat. Membeli minum dan kue di minimarket yang tersedia di SPBU, sedikit mengobati rasa lapar dan haus sebelum nantinya rombongan melanjutkan ke tempat bro Noval guna menghadiri acara pernikahannya. Disinilah rombongan berpisah sesuai arah tujuan masing masing. Terima kasih kepada : Tuhan Yang Maha Esa, yang sudah memberikan anugerahnya All Horneterz GMTerz Bro Marwan dan istri Sopir Truk, Bus, mobil lainnya yang udah memberi kita jalan Petugas SPBU yang telah menyediakan tempat istirahat Pak Hansip penjaga Wisma dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, thanks for all
Berkat kalian semua turing Hornet kali ini dapat berjalan lancar tanpa suatu halangan yang berarti dan berakhir dengan senyuman lebar. Kami berharap untuk turing yang akan datang semua temen horneterz bisa berpartisipasi demi persaudaraan kita. Viva horneterz. (Gambar menyusul ya...) |
|